Hukum Jual Beli dengan Sistem ‘Inah dan Sistem Tawarruk

بسم الله الرحمن الرحيم

*🌻🌱⚖APA PERBEDAAN JUAL BELI DENGAN SISTEM ‘INAH DAN SISTEM TAWARRUK❓*

🎙 Assyaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan hafidzahullah

📃 Jual beli dengan sistem tawarruk hukumnya adalah boleh, menurut mayoritas para Ulama, adapun jual beli dengan sistem ‘inah hukumnya adalah haram berdasarkan kesepakatan para Ulama,

🤝🏻 Jual beli dengan sistem ‘inah adalah seseorang menjual barang dengan sistem angsuran, kemudian dia membeli kembali barang tersebut kepada si pembeli tadi dengan harga lebih rendah dari harga yang telah dia beli dengan sistem angsuran tersebut, ini namanya jual beli sistem ‘inah dan sistem ini adalah riba,

📄 Adapun jual beli sistem tawarruk contohnya:

💰 Seseorang membutuhkan harta(uang), namun dia tidak mendapatkan pinjaman, maka dia berinisiatif untuk membeli barang dengan pembayaran diangsur, kemudian dia menjualnya dengan harga tunai, agar dia bisa membelanjakan uangnya dengan harga tersebut untuk keperluannya,

✋🏻 Namun dia tidak menjualnya kepada orang yang menjualkan barang kepadanya dengan pembayaran sistem angsuran tadi, jika seperti ini keadaannya hukumnya haram dan dinamakan dengan jual beli sistem ‘inah, dikarenakan harta tersebut kembali lagi kepadanya.

Sumber: 💻
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16273

Alih bahasa: 📲
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu ‘Umar غفرالرحمن له.

Channel telegram: 🏡
https://t.me/alfudhail