Jun
Pernyataan Sikap Wahdah Islamiyah Tentang Pernyataan Ruhut Sitompul
SURAT PERNYATAAN SIKAP WAHDAH ISLAMIYAH
Nomor: K.155/IL/DPP-WI/VI/1430
Sehubungan dengan pernyataan Ruhut Sitompul, seorang anggota tim kampanye SBY-Boediono di media massa beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia dan membanggakan AS sebagai ‘penyelamat’ ekonomi negara ini, maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
- Wahdah Islamiyah meyakini bahwa Ruhut Sitompul adalah seorang yang tidak pernah belajar sejarah karena berdasarkan catatan historis, justru bangsa Arab merupakan pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika Belanda (salah satu bangsa Barat) menjajah bangsa ini selama 3,5 abad. Setelah Proklamasi 1945 pun bangsa-bangsa Arab (seperti Mesir, Syiria, Irak, Libanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan) tampil pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia, meskipun pada saat yang sama AS dan bangsa-bangsa sekutu (Barat) memberikan bantuan militer plus politik kepada Belanda untuk mencoba menjajah kembali Indonesia.
- Wahdah Islamiyah menduga bahwa Ruhut Sitompul juga tidak pernah membaca suratkabar / mengakses media massa lainnya tentang berita-berita seputar ekonomi dan kerjasama internasional. AS (yang dikatakannya banyak membantu Indonesia) justru terbukti telah menghancurkan perekonomian bangsa ini dengan munculnya krisis moneter yang tidak kunjung berakhir selama 12 tahun terakhir, dengan sistem pinjaman berbunga tinggi disertai syarat-syarat yang mencekik rakyat Indonesia. Sebaliknya, bangsa-bangsa Arab (seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait) selama ini banyak membantu perekonomian Indonesia dengan bantuan hibah (tidak perlu dikembalikan) dan pinjaman lunak yang melegakan rakyat negeri ini. Bahkan negara-negara Arab aktif memberikan bantuan sosial kemanusiaan secara gratis ketika Indonesia dilanda berbagai bencana alam, di saat AS dan bangsa Barat lainnya enggan memberikan bantuan secara cuma-cuma.
- Wahdah Islamiyah memandang patut disayangkan bahwa Bapak SBY yang selama ini dikenal sering mengkritik secara langsung maupun tidak langsung atas sikap politik capres-cawapres lainnya yang dianggapnya kurang terpuji, justru di dalam tubuh tim kampanyenya menunjukkan sikap politik yang sangat tidak santun.
- Wahdah Islamiyah mendesak Bapak SBY untuk segera memberhentikan dengan tidak hormat Ruhut Sitompul sebagai anggota tim kampanye SBY-Boediono karena telah melukai perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu. Sebab jika tidak segera melakukan pemecatan maka dikhawatirkan dapat membangkitkan kemarahan yang lebih besar dari kelompok etnis, suku, dan agama tertentu yang dilecehkan itu.
- Wahdah Islamiyah mendesak tim kampanye SBY-Boediono untuk segera meninggalkan sikap politik tidak santun yang dapat menyakiti perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu.
- Berdasarkan sejumlah realitas tersebut di atas, Wahdah Islamiyah memandang betapa nistanya apabila ada sebagian komponen umat, terutama dari parpol Islam / parpol dakwah yang selama ini secara langsung maupun tidak langsung mendapatkan bantuan dana / fasilitas dari negara-negara Arab, serta parpol yang mengklaim sebagai penerus perjuangan Masyumi, yang merelakan diri menjadi kaki-tangan AS dengan bergabung dalam tim kampanye SBY-Boediono. Padahal sejarah tetap mencatat Masyumi sebagai parpol yang tidak pernah kooperatif dengan intervensi Barat, termasuk AS.
Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud kasih sayang dan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.
Makassar, 6 Jumadil Tsani 1430H / 31 Mei 2009M
DEWAN PIMPINAN PUSAT
WAHDAH ISLAMIYAH
H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., Ketua Umum
Ir. H. Muh. Qasim Saguni, Sekretaris Jenderal

I love this artikel.
Bang Rohut, are your smarter than a 5th grader
?




June 25th, 2009 at 5:28 am
kita sebagai umat islam, yaitu umat yang terbaik disisi Allah swt (Ali Imran: 110), harus sadar bahwa selama ini kita telah berbuat kesalahan besar yaitu mendukung golongan/partai/LSM penghancur umat Isalam itu sendiri dengan merapat ke barisan mereka. Padahal golongan/partai tersebut jelas berisi para ekonom yang menjadi agen BERKELEY milik AS sang PENGHANCUR UMAT, sehingga jangan kaget kalau ada orang yang berani terang2an menghina kita. Kita tidak sadar bahwa yang kita pilih adalah sebuah pisau penjagal umat kita sendiri, kita hanya diiming2i simbol-simbol Islam yang disalah-gunakan oleh orang Islam yang ingin menggadaikan kepercayaan konstutuennya untuk duduk sebagai Menteri-menteri dari kelompok/parpol Penghancur Umat yang terbukti dalam pooling2 nasional menunjukkan keunggulannya dan terkesan dipilih dan dicintai rakyat. Kita selama ini terkecoh oleh kebodohan kita sendiri, kita telah meninggalkan Sunnah, kita telah menjadi bangsa yang tunduk kepada iming2 kemewahan dari SANG PENGHANCUR DUNIA dengan berbangga kalau sudah bisa meramaikan Mall, Swalayan, Waralaba milih AS dan antek2nya. Kekayaan kita dicuri, dirampas oleh mereka justru lewat orang2 yang mengaku paling santun di Negeri ini. Jangan heran RUHUT SITOMPUL menjadi pemberani di atas kelemahan kita, untuk itu saya ucapkan selamat dan salut kepada BANG RUHUT, anda adalah PEJUANG SEJATI BANGSA Indonesia, saya “doakan” anda diangkat menteri HUKUM DAN HAM Republik Indonesia. Kita semua butuh seorang PEMBERANI.
June 25th, 2009 at 5:44 am
Bang Ruhut saya kepingin tanya sebenarnya Agamamu apa sih!!? Kami selama ini sudah cukup sabar menghadapi goncangan2, penghinaan2, umat kami yang awam dan lugu telah dipecah-belah sampai berkeping2 oleh golongan / kelompokmu.
Berbahagialah, parpol anda telah dinyatakan sebagai partai Pemenang Pemilu bahkan parpol2 Islam telah merapat ke Parpolmu, ini mungkin telah menyebabkan ara petinggi parpolmu menjadi sombong dan congkak, ingat parpol2 Islam itu yang mendukung cuma petinggi2nya, belum tentu konstituennya akan tergiring oleh iming2 jabatan yang dijanjikan oleh PARPOL-SANTUNmu itu. Kami tidak sebodoh atau segegabah mereka, tapi karena Bang Ruhut tahu pasti bahwa jumlah kami sedikit maka Bang Ruhut berani menantang kami dengan kata2 yang “SENGAK” seperti itu. Saya doakan anda memperoleh pahala yang setimpal disisi Allah swt, semoga Bang Ruhut sekeluarga mendapat hidayahNYA. Amiiin.
June 27th, 2009 at 9:17 am
Terimakasih atas komentarnya. tetapi begitulah para politisi dan pemimpin sekarang ini. Sudah sangat mudah melupakan sejarah dan pengorbanan pendahulu kita. Demi pencapai tujuan dan popularitas untuk menjadi pemimpin di jaman kuffar ini. Alangkah kasihannya pemimpin sekarang ini. Mereka di cap sebagai salah satu pemimpin yg melegalitaskan hadits nabi, bahwa mereka salah satu pemimpin di jaman kaum kuffar
November 20th, 2009 at 6:01 am
wahai kepada bang ruhut sitompul sebagai anggota dewan yang terhormat…..tidak kah engkau menjaga perkataan mu itu….kami marah sebagai orang islam…..dan MUSUH AMERIKA….
November 20th, 2009 at 8:14 am
Susah memang kalau suatu bangsa sudah lupa dengan asal dan sejarah bangsanya sendiri. Apalagi dengan penolong2 sewaktu bangsa ini susah. Semoga saja bangsa ini mendapat ampunan dan dijauhkan dari bala dan bencana. amin
March 3rd, 2010 at 1:19 pm