Sep
Pengertian, Syarat dan Rukun Puasa
Apa itu Puasa?
Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.
Hukum Puasa
Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :
- Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.
- Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.
- Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.
Syarat Wajib Puasa
- Beragama Islam
- Baligh (telah mencapai umur dewasa)
- Berakal
- Berupaya untuk mengerjakannya.
- Sihat
- Tidak musafir
Rukun Puasa
- Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
- Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.
Syarat Sah Puasa
- Beragama Islam
- Berakal
- Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
- Hari yang sah berpuasa.
Sunat Berpuasa
- Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
- Melambatkan bersahur
- Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
- Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
- Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
- Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air
- Membaca doa berbuka puasa
Perkara Makruh Ketika Berpuasa
- Selalu berkumur-kumur
- Merasa makanan dengan lidah
- Berbekam kecuali perlu
- Mengulum sesuatu
Hal yang membatalkan Puasa
- Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
- Muntah dengan sengaja
- Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
- kedatangan haid atau nifas
- Melahirkan anak atau keguguran
- Gila walaupun sekejap
- Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari
- Murtad atau keluar daripada agama Islam
Hari yang Disunatkan Berpuasa
- Hari Senin dan Kamis
- Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
- Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
- Enam hari dalam bulan Syawal
Hari yang diharamkan Berpuasa
- Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
- Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
- Hari syak (29 Syaaban)
- Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)
Sumber : risalahrasul.wordpress.com





September 20th, 2008 at 5:46 am
semoga puasa kita bisa full 30 hari. Mohon maaf lahir dan batin. Terimakasih
December 18th, 2008 at 12:59 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Mau tanya, kalau kita sebagai suami akan berpuasa sunnah, wajibkah meminta ijin istri? terima kasih..
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
December 23rd, 2008 at 11:15 am
Setahu saya tidak wajib, Karena Suami sebagai kepala keluarga. Seperti halnya menikah (poligami). Tapi kadang kita perlu melakukan komunikasi dengan istri, siapa tahu istri ingin sesuatu yang dapat membatalkan puasa kita (jima’). Maka dari itu perlu dikomunikasikan. Trims
August 12th, 2009 at 7:58 am
Ma’af ya…
Puasa Nadzar dan puasa qodlo termasuk puasa yang mana ? Wajib, sunat pa yang haram ? trim’s jawabannnya ?
August 24th, 2009 at 4:39 am
mas kalo melakukan hubungan suami istri di malam hari dan pada saur kita tidak mandi dulu sah nggak puasanya?
August 26th, 2009 at 5:02 am
Ya ga perlu lah, karena memiliki hadats besar, bukanlah hal yang dapat menggugurkan rukun dan syarat sah puasa kita!
August 26th, 2009 at 2:25 pm
maaf numpang nanya, kalau sedang berhadats besar bolehkah kita mengucapkan niat berpuasa? terima kasih
September 3rd, 2009 at 8:10 am
berhadats besar? maksudnya? Tapi kalau niat berpuasa, itu diperbolehkan. Seperti Nabi Muhammad, ketika belum bersuci setelah menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Masih bisa berniat berpuasa. Tetapi kalau sholat, itu baru… harus bersuci dahulu.
September 3rd, 2009 at 8:12 am
sah, menurut rukun dan syarat. Kecuali bila mau sholat subuh. Harus bersuci dahulu
September 3rd, 2009 at 8:17 am
kalau puasa nazar, jika itu nazarnya benar menurut agama, itu menjadi wajib, tetapi kalau puasa godlo saya kurang tahu. mohon maaf
September 7th, 2009 at 1:01 pm
terima kasih banyak atas jawabannya bung admin…..wassalamu’alaikum wr. wb.
September 7th, 2009 at 2:08 pm
terimakasih kembali
June 7th, 2010 at 11:32 am
[...] Sunatullah.com, Pengertian, Syarat dan Rukun Puasa, http://www.google.com, [...]
August 11th, 2010 at 11:21 am
Puasa Pada Hari Syak
Maksud hari Syak itu ialah pada 30 haribulan Sya‘ban, tersebar berita
di kalangan orang ramai bahawa anak bulan Ramadhan telah dilihat,
akan tetapi tidak disabitkan oleh hakim (pemerintah) kerana tidak
dipersaksikan penglihatan anak bulan itu oleh seorang yang adil atau
ianya dipersaksikan oleh dua orang kanak-kanak, beberapa orang
perempuan, seorang hamba atau seorang fasik.
Hukum berpuasa sunat pada hari Syak adalah diharamkan tanpa ada
sebab atau bukan kerana adat kebiasaan berpuasa sunat. Hukum
haram tersebut bukan hanya disebabkan ia merupakan hari Syak
sahaja, bahkan juga kerana ia terkandung dalam hari-hari separuh
kedua bulan Sya‘ban.
Dalil yang melarang berpuasa sunat pada hari Syak adalah
berdasarkan hadis yang diriwayatkan daripada ‘Ammar bin Yasir :
Maksudnya: “Barangsiapa yang berpuasa pada hari di mana orang
ramai merasa syak padanya (hari Syak), maka sesungguhnya dia
telah menderhakai Abu al-Qasim (Nabi) Shallallahu ‘alaihi
wasallam.”
(Hadis riwayat at-Tirmidzi)
Sebaliknya jika tidak ada tersebar berita tersebut, yakni berita anak
bulan Ramadhan telah dilihat, maka tidaklah dikatakan hari itu
sebagai hari Syak, bahkan ia adalah termasuk hari-hari daripada bulan
Sya‘ban.
Persoalan mengenai hari Syak ini tidak akan disentuh dengan panjang
lebar di sini. Ini kerana di Negara Malaysia penetapan anak
bulan adalah berdasarkan ru’yah, iaitu pensabitan penglihatan anak
bulan dan hasil penglihatan anak bulan tersebut disebarkan kepada
orang ramai secara teratur dan berkesan. Oleh yang demikian, tidak
timbul persoalan hari Syak dan hukum berpuasa sunat pada hari
tersebut.
August 11th, 2010 at 8:43 pm
mantap tapi lo bisa dilengkapi dengan ayat-ayat supaya lebih jelas…
August 15th, 2010 at 2:16 pm
mau nanya klo lagi puasa pas sedang tidur siang ngimpi dan keluar air mani atau sperma itu hukum puasanya batal ga ???
August 16th, 2010 at 8:30 am
kl mimpi kan tidak disengaja. Tidak batal puasanya. tetapi kl mau sholat tetap harus mandi wajib
August 21st, 2010 at 4:02 am
makasih bnyak atas pelajaran nya …
August 27th, 2010 at 1:23 pm
Bagaimana kalau kita dalam berpuasa belum mandi besar,seandainya kita malam harinya melakukan hubungan suami istri.sah atau tidak puasanya,???????????????????????
August 28th, 2010 at 10:45 am
puasanya tetap sah. tp kl mau sholat, mandi wajib dl mas.
ref : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/cara-dan-sebab-mandi-hadast-besar-junub-stlh-bhubungn-suami-istri.htm