<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sunatullah.com</title>
	<atom:link href="http://sunatullah.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sunatullah.com</link>
	<description>Tentang dunia, sejarah, dan umat islam dalam hubungannya dengan Allah SWT, para Nabi dan Rasul, Malaikat dan sesama manusia. Hindari Iblis Laknatullah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Jan 2010 01:57:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Fatwa Haramnya Pluralisme</title>
		<link>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/fatwa-haramnya-pluralisme.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/fatwa-haramnya-pluralisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 01:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan / Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[mui]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[Pluralisme kembali menjadi perbincangan. Semua media cetak menjadikan pluralisme sebagai berita utama. Pluralisme kembali mencuat terutama setelah Presiden SBY memberikan gelar Gus Dur sebagai “Bapak Pluralisme” yang patut menjadi teladan seluruh bangsa.
Kalangan liberal, salah seorang tokoh aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menulis bahwa dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana dilakukan oleh Presiden SBY akan sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pluralisme kembali menjadi perbincangan. Semua media cetak menjadikan pluralisme sebagai berita utama. Pluralisme kembali mencuat terutama setelah Presiden SBY memberikan gelar Gus Dur sebagai “Bapak Pluralisme” yang patut menjadi teladan seluruh bangsa.</p>
<p>Kalangan liberal, salah seorang tokoh aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menulis bahwa dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana dilakukan oleh Presiden SBY akan sangat baik jika MUI mencabut kembali fatwa pengharaman terhadap pluralisme.</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana dengan MUI sendiri yang dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah<br />
dengan jelas-jelas menyebutkan bahwa sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme ( sipilis) adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam haram mengikuti paham tersebut? Lebih penting lagi, bagaimana sesungguhnya pluralisme menurut pandangan Islam?</p>
<p><strong>Hakikat Pluralisme</strong></p>
<p>Pluralisme sering diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya ragam pemikiran, agama, kebudayaan, peradaban dan lain-lain. Kemunculan ide pluralisme didasarkan pada sebuah keinginan untuk melenyapkan ‘klaim keberanan’ (truth claim) yang dianggap menjadi pemicu munculnya sikap ekstrem, radikal, perang atas nama agama, konflik horisontal, serta penindasan atas nama agama. Menurut kaum pluralis, konflik dan<br />
kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru sirna jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya yang paling benar.</p>
<p>Hakikat ide pluralisme agama yang saat ini dipropagandakan di Dunia Islam melalui berbagai cara dan media. Dari ide ini kemudian muncul gagasan lain yang menjadi ikutannya seperti dialog lintas agama, doa bersama dan lain sebagainya. Pada ranah politik, ide pluralisme didukung oleh kebijakan Pemerintah yang harus mengacu pada HAM dan asas demokrasi. Negara memberikan jaminan sepenuhnya kepada setiap warga negara untuk beragama, pindah agama (murtad), bahkan mendirikan agama baru.</p>
<p>Gagasan mengenai pluralisme (agama) sesungguhnya didasarkan pada sejumlah faktor. Dua di antaranya adalah:Pertama, adanya keyakinan masing-masing pemeluk agama bahwa konsep ketuhanannyalah yang paling benar dan agamanyalah yang menjadi jalan keselamatan. Masing-masing pemeluk agama juga meyakini bahwa merekalah umat pilihan.<span id="more-1147"></span></p>
<p>Menurut kaum pluralis, keyakinan-keyakinah inilah yang sering memicu terjadinya kerenggangan, perpecahan bahkan konflik antarpemeluk agama. Karena itu, menurut mereka, diperlukan gagasan pluralisme sehingga agama tidak lagi berwajah eksklusif dan berpotensi memicu konflik. Kedua, faktor kepentingan ideologis dari Kapitalisme untuk melanggengkan dominasinya di dunia. Selain isu-isu demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan serta perdamaian dunia, pluralisme agama adalah sebuah gagasan yang terus disuarakan Kapitalisme global yang digalang Amerika Serikat untuk menghalang kebangkitan Islam.</p>
<p>Karena itu, jika ditinjau dari aspek sejarah, faktor pertama bolehlah diakui sebagai alasan awal munculnya gagasan pluralisme agama. Namun selanjutnya, faktor dominan yang memicu maraknya isu pluralisme agama adalah niat Barat untuk makin mengokohkan dominasi Kapitalismenya, khususnya atas Dunia Islam.</p>
<p><strong>Konflik Sebagai Alasan?</strong></p>
<p>Memang benar, dunia saat ini sarat dengan konflik. Namun, tidak benar jika seluruh konflik yang terjadi saat ini dipicu oleh faktor agama. Bahkan banyak konflik terjadi lebih sering berlatar belakang ideologi dan politik. Dalam<br />
skala internasional, konflik Palestina-Israel lebih dari setengah abad, misalnya, jelas bukan konflik antaragama (Islam, Yahudi dan Kristen). Sebab, toh dalam rentang sejarah yang sangat panjang selama berabad-abad ketiga pemeluk agama ini pernah hidup berdampingan secara damai dalam naungan Khilafah Islam.</p>
<p>Konflik Palestina-Israel ini lebih bernuansa politik yang melibatkan penjajah Barat. Sejarah membuktikan, konflik Palestina-Israel bermula ketika bangsa Yahudi (Israel) sengaja “ditanam” oleh penjajah Inggris di jantung Palestina dalam rangka melemahkan umat Islam. Konflik ini kemudian dipelihara oleh Amerika Serikat yang menggantikan peran Inggris, untuk semakin melemahkan kekuatan umat Islam, khususnya di Timur Tengah. Pasalnya, dengan begitu Barat dapat terus-menerus menyibukkan umat Islam dengan konflik tersebut<br />
sehingga umat Islam melupakan bahaya dominasi Barat—khususnya AS dan Inggris—sebagai penjajah mereka.</p>
<p>Dalam sekala lokal, konflik yang pernah terjadi di Maluku atau Poso beberapa tahun lalu, misalnya, juga lebih bernuansa politik, yakni adanya campur tangan asing (yang tidak lain kaum penjajah Barat) untuk melemahkan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim, ketimbang berlatar belakang agama.</p>
<p>Sementara itu, dalam skala yang lebih luas dan global, konflik Barat-Timur (yang sering dianggap mencerminkan konflik Kristen-Islam), khususnya setelah Peristiwa 11 September 2001, juga jelas lebih<br />
berlatarbelakang ideologi dan politik ketimbang agama. Memang, sesaat setelah terjadinya Peristiwa 11 September, Presiden AS George W Bush pernah “keseleo” dengan menyebut secara jelas bahwa WoT (War on Terrorism) sebagai Crussade (Perang Salib) baru.</p>
<p>Lalu setelah itu AS menyerang Afganistan, dan kemudian dilanjutkan dengan menyerang Irak. Namun, banyak pakar Barat dan AS sendiri yang menjelaskan bahwa serangan militer AS ke Afganistan maupun Irak bahkan lebih bermotifkan ekonomi (yakni demi minyak)—di samping politik (demi dominasi ideologi Kapitalisme), dan bukan bermotifkan agama.</p>
<p>Karena itu, sangat tidak ‘nyambung’ jika untuk menghentikan konflik-konflik tersebut kemudian dipasarkan terus gagasan pluralisme dan ikutannya seperti dialog antaragama dll. Pasalnya, akar konflik-konflik tersebut, sekali lagi, lebih bermotifkan ideologi dan politik—yakni dominasi Kapitalisme yang diusung Barat, khususnya AS, atas Dunia Islam—ketimbang berlatar-belakang agama.</p>
<p><strong>Pluralisme Menurut Islam</strong></p>
<p>Allah SWT berfirman</p>
<p>&#8220;<em>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di sisi Alla</em>h (QS al-Hujurat [49]: 13).</p>
<p>Ayat ini menerangkan bahwa Islam mengakui keberadaan dan keragaman suku dan bangsa serta identitas-identitas agama selain Islam (pluralitas), namun sama sekali tidak mengakui kebenaran agama-agama tersebut (pluralisme). Allah SWT juga berfirman:</p>
<p>&#8220;<em>Mereka menyembahselain Allah tanpa keterangan yang diturunkan Allah. Mereka tidak memiliki ilmu dan tidaklah orang-orang zalim itu mempunyai pembela</em>&#8220;. (QS al-Hajj:67-71).</p>
<p>Ayat ini menegaskan bahwa agama-agama selain Islam itu sesungguhnya menyembah kepada selain Allah SWT. Lalu bagaimana bisa dinyatakan, bahwa Islam mengakui ide pluralisme yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama-sama benarnya dan menyembah kepada Tuhan yang sama?</p>
<p>Dalam ayat yang lain, Allah SWT menegaskan:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam</em>&#8220;. (QS Ali Imran[3]: 19).</p>
<p>Allah SWT pun menolak siapa saja yang memeluk agama selain Islam (QS Ali Imran [3]: 85); menolak klaim kebenaran semua agama selain Islam, baik Yahudi dan Nasrani, ataupun agama-agama lainnya (QS at-Taubah [9]: 30, 31); serta memandang mereka sebagai orang-orang kafir (QS al-Maidah [5]: 72).</p>
<p>Karena itu, yang perlu dilakukan umat Islam sesungguhnya bukan menyerukan pluralisme agama apalagi dialog antaragama untuk mencari titik temu dan kesamaan. Masalahnya, mana mungkin Islam yang mengajarkan tauhid (QS 5: 73-77; QS 19: 88-92; QS 112: 1-4) disamakan dengan Kristen yang mengakui Yesus<br />
sebagai anak Tuhan ataupun disamakan dengan agama Yahudi yang mengklaim Uzair juga sebagai anak Tuhan?! Apalagi Islam disamaratakan dengan agama-agama lain? Benar, bahwa eksistensi agama-agama tersebut diakui, tetapi tidak berarti dianggap benar. Artinya, mereka dibiarkan hidup dan pemeluknya bebas beribadah, makan, berpakaian, dan menikah dengan tatacara agama mereka. Tetapi, tidak berarti<br />
diakui benar.</p>
<p>Karena itu, yang wajib dilakukan umat Islam tidak lain adalah terus-menerus menyeru para pemeluk agama lain untuk memeluk Islam dan hidup di bawah naungan Islam. Meski dengan catatan tetap tidak boleh ada pemaksaan.</p>
<p><strong>Bahaya di Balik Gagasan Pluralisme</strong></p>
<p>Bahaya pertama,adalah penghapusan identitas-identitas agama. Dalam kasus Islam, misalnya, Barat<br />
berupaya mempreteli identitas Islam. Ambil contoh, jihad yang secara syar’i bermakna perang melawan<br />
orang-orang kafir yang menjadi penghalang dakwah dikebiri sebatas upaya bersungguh-sungguh. Pemakaian hijab (jilbab) oleh Muslimah dalam kehidupan umum dihalangi demi “menjaga wilayah publik yang sekular dari campur tangan agama.” Lebih jauh, penegakan syariah Islam dalam negara pun pada akhirnya terus<br />
dicegah karena dianggap bisa mengancam pluralisme. Ringkasnya, pluralisme agama menegaskan adanya sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan).</p>
<p>Bahaya lain, pluralisme agama adalah munculnya agama-agama baru yang diramu dari berbagai agama<br />
yang ada. Munculnya sejumlah aliran sesat di Tanah Air seperti Ahmadiyah pimpinan Mirza Ghulam Ahmad, Jamaah Salamullah pimpinan Lia Eden, al-Qiyadah al-Islamiyah pimpinan Ahmad Mosadeq, dll adalah beberapa contohnya. Lalu dengan alasan pluralisme pula, pendukung pluralisme agama menolak<br />
pelarangan terhadap berbagai aliran tersebut, meski itu berarti penodaan terhadap Islam.</p>
<p>Karena itu, wajar jika KH Kholil Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Gunung Jati Pamekasan Jawa Timur, menilai pluralisme agama yang diusung Gus Dur berbahaya bagi umat Islam.</p>
<p>Bahaya lainnya, pluralisme agama tidak bisa dilepaskan dari agenda penjajahan Barat melalui isu globalisasi. Globalisasi merupakan upaya penjajah Barat untuk mengglobalkan nilai-nilai Kapitalismenya, termasuk di dalamnya gagasan “agama baru” yang bernama pluralisme agama. (sumber : eramuslim dari komentar pembaca)<br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-luth-as/musnahnya-umat-nabi-luth.html" title="Musnahnya Umat Nabi Luth">Musnahnya Umat Nabi Luth</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/berjuang-di-era-kepemimpinan-kaum-kuffar.html" title="Berjuang di Era Kepemimpinan Kaum Kuffar">Berjuang di Era Kepemimpinan Kaum Kuffar</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/miqdad-bin-%e2%80%98amr.html" title="Miqdad Bin ‘Amr">Miqdad Bin ‘Amr</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/bendera-la-ilaha-ill-allah-bukan-panji-nasionalisme.html" title="Bendera La Ilaha ill-Allah Bukan Panji Nasionalisme">Bendera La Ilaha ill-Allah Bukan Panji Nasionalisme</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/malaikat/malaikat-2.html" title="Malaikat">Malaikat</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-ibrahim-as/nabi-ibrahim-as-%d8%a7%d8%a8%d8%b1%d8%a7%d9%87%d9%8a%d9%85.html" title="Nabi Ibrahim AS (???????)">Nabi Ibrahim AS (???????)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-ismail-as/nabi-ismail-as-%d8%a7%d8%b3%d9%85%d8%a7%d8%b9%d9%8a%d9%84.html" title="Nabi Ismail As (???????)">Nabi Ismail As (???????)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-mohon-keselamatan.html" title="Do&#8217;a Mohon Keselamatan">Do&#8217;a Mohon Keselamatan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/kiamat/terbitnya-matahari-dari-barat.html" title="Terbitnya Matahari dari Barat">Terbitnya Matahari dari Barat</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/adil.html" title="Adil">Adil</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/fatwa-haramnya-pluralisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Tuhan Diprotes</title>
		<link>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/ketika-tuhan-diprotes.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/ketika-tuhan-diprotes.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 08:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan / Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[protes]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang yang mengusik jiwa, ketika ketiadaan, musibah, kegagalan atau cita-cita tak tercapai yang datang mendera pada seseorang. Seakan dunia mau runtuh dan hidup jadi begitu sempit, pikiran pusing, makan tak enak dan jiwa ragapun menjadi sakit. Lalu menutup diri dari manusia, malu, katanya.
Dari kata gagal ini muncul mata rantai kegegalan yang lain dan kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang yang mengusik jiwa, ketika ketiadaan, musibah, kegagalan atau cita-cita tak tercapai yang datang mendera pada seseorang. Seakan dunia mau runtuh dan hidup jadi begitu sempit, pikiran pusing, makan tak enak dan jiwa ragapun menjadi sakit. Lalu menutup diri dari manusia, malu, katanya.</p>
<p>Dari kata gagal ini muncul mata rantai kegegalan yang lain dan kadang Tuhan-pun menjadi &#8220;tertuduh&#8221;, Tuhan tak adil, Tuhan tak mengabulkan doa , buat apa sholat, toh sholat tak merubah nasib dan seterusnya. Tuhan kadang &#8220;diprotes&#8221; pada tengah malam, &#8220;Mengapa Kau biarkan ini terjadi ? Mengapa Kejadian ini terjadi ? Mengapa dan banyak pertanyaan mengapa lainnya, seakan Tuhan salah dalam mengatur hidup dan kehidupan ini.</p>
<p>Ya sering kali Tuhan menjadi &#8220;tertuduh &#8221; atas kegagalan manusia mencapai sesuatu yang di inginkan dan Tuhan seringkali diprotes oleh orang-orang mendapat musibah atau bencana, sekali lagi seakan-akan Tuhan salah dalam mengatur hidup ini. Tuhan tak pernah salah sedikitpun, kalau Tuhan salah, bukan Tuhan namanya ! Mustahil Tuhan salah, itu bertentangan dengan logika manapun. Kalau Tuhan salah, kehidupan tak pernah ada sejak diciptakan ! Loh gimana ada kehidupan kalau Tuhan salah sejak awal ?<span id="more-1144"></span></p>
<p>Nyatanya, menurut geologi dan astronomi usia kehidupan di bumi ratusan juta tahun lalu dan alam jagat raya milyaran sampai tak terhingga usianya. Tak ada yang bergeser dalam sistem tata surya seincipun, planet-planet sejak diciptakan tetap pada orbitnya masing-masing. Wah kalau mau dipanjangkan kisahnya bisa beratus halaman.</p>
<p>Kembali kepada kegagalan atau musibah, seringkali terjadi, dibalik yang awalnya dikatakan musibah ternyata membawa berkah dan hikmah yang banyak. Banyak orang yang gagal pada satu bidang, ternyata sukses di bidang lain. Ada yang gagal di terima di suatu pekerjaan, ternyata malah sukses gemilang ditempat pekerjaan yang tak di duganya, terhadap pasangan yang gagalpun, seringkali mendapat pengganti yang lebih baik dari yang semula ditangisi, bahkan nyaris putus asa. Itulah rahasia Tuhan, Tuhan yang diprotes, tetap saja menyayangi hamba-hambaNya, apa lagi hamba yang beriman dan bertaqwa kepadaNya</p>
<p>Lagi pula kalau Tuhan diprotes&#8230; Tuhan menantang.. silahkan cari Tuhan yang lain. Atau lebih serem lagi&#8230; ke luar dari bumiKu ! Ayo, mau kemana kalau kita di usir dari bumi Tuhan ? Di usir manusia, masih bisa pindah ke tempat lain, loh kalau Tuhan yang mengusir, mau pindah ke mana ? Pindah ke Planet lain, Planetpun milikNya, lagi pula sampai detik ini belum ditemukan planet si seluruh jagat raya yang bisa ditinggali manusia seperti di Bumi !</p>
<p>Oke, Tuhan tetap si protes, karena di tuduh tidak adil atau tak memberi rejeki atau karunia. Baik, kalau memang merasa Tuhan tidak adil dan tidak memberikan rejeki bahkan protes sampai tidak menjalani ajaranNya, silahkan kembalikan satu saja nikmat Tuhan yang diberikan padamu, misalnya mata. Ayo&#8230; siapa yang mau matanya, maaf, buta satu aja, ga usah dua-duanya, satu saja&#8230; pasti semua yakin tak ada yang mau ! Itu baru mata, belum mulut, telinga, hidung, lidah, kulit, jantung, paru-paru, ginjal usus, gigi, bibir, rambut, kaki, tangan, jari-jari dst. Pernahkah mencoba menghitung nikmatNya? Kalau belum, mari mencoba, ambil kertas dan tulis nikmatNya yang ada pada anggota tubuh kita saja dulu, jangan ke luar, cukup pada diri kita dulu. Coba hitung&#8230; berapa banyak nikmatNya yang telah diberikan pada anggota tubuh kita ? Masihkan Tuhan di protes ?</p>
<p>Baik, kalau Tuhan masih juga di protes, mari kita lihat cahaya dan suara, dua aja dulu, Pernahkah kita hidup tanpa cahaya dan suara ? Pernahkah kita Tuhan meningglkan kita, tanpa cahaya dan suara ? Bayangkan, bila Tuhan mencabut cahaya dan suara dari kehidupan manusia ? Dunia akan gelap gulita dan sepiiiiiiiiiii !</p>
<p>Masih kurang puas juga ? Oke, mari masuk ke dalam Metro ( Sub Way ) Kereta bawah tanah&#8230;. nah setelah masuk&#8230; penumpang sudah di dalam kereta &#8230; tiba-tiba &#8230;. listrik mati dan tak ada suara&#8230; bayangkan &#8230; jangankan sehari&#8230; sejam dua jam manusia akan panik luar biasa, anak anak akan menangis,tak ada suara&#8230; perempuan menjerit-jerit ketakutan &#8230;mereka menjerit sekeras kerasnya, tapi tak ada suara, tiba- tiba stress masal akan terjadi, manusia tiba-tiba kan menjadi kacau balau&#8230; semua saling menyelamatkan diri, bertabrakan satu sama lain, saling injak dan maut bertebaran di mana-mana, karena mereka tak melihat, padahal semua punya mata dan telinga, kenapa ? Karena hanya tak ada cahaya dan suara !</p>
<p>Masihkah tetap mengatakan Tuhan tak adil atau merasa tak punya apa-apa ? Kalau iya ? istigfarlah&#8230; masih banyak waktu untuk bertobat, selama ajal belum menjelang. oleh <strong>Syaripudin Zuhri </strong>dari eramsulim.com<br />
<h3>Lihat juga artikel yang berkaitan</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/sahabat-nabi.html" title="Sahabat Nabi">Sahabat Nabi</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/allah-swt/definisi-allah-swt.html" title="Allah SWT">Allah SWT</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/ketika-tuhan-diprotes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Ubun-ubun dalam Alquran</title>
		<link>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/rahasia-ubun-ubun-dalam-alquran.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/rahasia-ubun-ubun-dalam-alquran.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 01:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan / Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ubun-ubun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1140</guid>
		<description><![CDATA[
Gambar otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun).
Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16)
Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-1139" src="http://sunatullah.com/wp-content/uploads/2009/12/ubun-ubun-239x300.jpg" alt="" width="239" height="300" /></p>
<p><em>Gambar otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun).</em></p>
<p>Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16)</p>
<p>Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?</p>
<p>Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”</p>
<p>Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.<span id="more-1140"></span></p>
<p>Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.</p>
<p>Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.</p>
<p>Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.</p>
<p>Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.</p>
<p>Ketika Prof. Keith L Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.</p>
<p>Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)</p>
<p>Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”</p>
<p>Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…”</p>
<p>Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”</p>
<p>Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.</p>
<p><strong>Makna Bahasa dan Pendapat Para Mufasir</strong>:</p>
<p>Allah berfirman, yang artinya :</p>
<p><em>“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang berdusta lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 15-16)</em></p>
<p>Kata nasfa’ berarti memegang dan menarik. Sebuah pendapat mengatakan bahwa kata ini terambil dari kalimat safa’at asy-syamsu yang berarti matahari mengubah wajahnya menjadi hitam. Sementara kata nashiyah berarti bagian depan kepala atau ubun-ubun.</p>
<p>Mayoritas mufasir menakwili ayat bahwa sifat bohong dan durhaka itu bukan untuk ubun-ubun, melainkan untuk empunya. Sementara ulama selebihnya membiarkannya tanpa takwil, seperti al-Hafizh Ibnu Katsir.<br />
Dari pendapat para mufasir tersebut, jelas bahwa mereka tidak tahu ubun-ubun sebagai pusat pengambilan keputusan untuk berbuat bohong dan durhaka. Hal itu yang mendorong mereka untuk menakwilinya secara jauh dari makna tekstual. Jadi, mereka menakwili shifat dan maushuf (yang disifati) dalam firman Allah, “Ubun-ubun yang dusta lagi durhaka” itu sebagai mudhaf dan mudhaf ilaih. Padahal perbedaan dari segi segi bahasa antara shifat dan maushuf dengan mudhaf dan mudhaf ilaih itu sangat jelas.</p>
<p>Sementara mufasir lain membiarka nash tersebut tanpa memaksakan diri untuk memasuki hal-hal yang belum terjangkau oleh pengetahuan mereka pada waktu itu.</p>
<p><strong>Sisi-Sisi Mukjizat Ilmiah: </strong></p>
<p>Prof. Keith L Moore mengajukan argumen atas mukjizat ilmiah ini dengan mengatakan, “Informasi-informasi yang kita ketahui tentang fungsi otak itu sebelum pernah disebutkan sepanjang sejarah, dan kita tidak menemukannya sama sekali dalam buku-buku kedokteran. Seandainya kita mengumpulkan semua buku pengobatan di masa Nabi SAW dan beberapa abad sesudahnya, maka kita tidak menemukan keterangan apapun tentang fungsi frontal lobe atau ubun-ubun. Pembicaraan tentangnya tidak ada kecuali dalam kitab ini (al-Qur’an al-Karim). Hal itu menunjukkan bahwa ini adalah ilmu Allah yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, dan membuktikan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.</p>
<p>Pengetahuan tentang fungsi frontal lobe dimulai pada tahun 1842, yaitu ketika salah seorang pekerja di Amerika tertusuk ubun-ubunnya stik, lalu hal tersebut memengaruhi perilakunya, tetapi tidak membahayakan fungsi tubuh yang lain. Dari sini para dokter mulai mengetahui fungsi frontal lobe dan hubungannya dengan perilaku seseorang.</p>
<p>Para dokter sebelum itu meyakini bahwa bagian dari otak manusia ini adalah area bisu yang tidak memiliki fungsi. Lalu, siapa yang Muhammad SAW bahwa bagian dari otak ini merupakan pusat kontrol manusia dan hewan, dan bahwa ia adalah sumber kebohongan dan kesalahan.</p>
<p>Para mufasir besar terpaksa menakwili nash yang jelas bagi mereka ini karena mereka belum memahami rahasianya, dengan tujuan untuk melindungi Al Qur’an dari pendustaan manusia yang jahil terhadap hakikat ini di sepanjang zaman yang lalu. Sementara kita melihat masalah ini sangat jelas di dalam Kita Allah dan Sunnah Rasulullah SAW, bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarah dalam diri orang dan hewan.</p>
<p>Jadi, siapa yang memberitahu Muhammad SAW di antara seluruh umat di bumi ini tentang rahasia dan hakikat tersebut? Itulah pengetahuan Allah yang tidak datang kepadanya kebatilan dari arah depan dan belakangnya, dan itu merupakan bukti dari Allah bahwa Al Qur’an itu berasal dari sisi-Nya, karena ia diturunkan dengan pengetahuan-Nya. <em>Oleh <strong>Syaikh Zindani </strong>dari eramuslim.com</em><br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-ismail-as/nabi-ismail-as-%d8%a7%d8%b3%d9%85%d8%a7%d8%b9%d9%8a%d9%84.html" title="Nabi Ismail As (???????)">Nabi Ismail As (???????)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/kiamat/keluarnya-ya%e2%80%99juj-ma%e2%80%99juj.html" title="Keluarnya Ya’juj Ma’juj">Keluarnya Ya’juj Ma’juj</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/menyesal-tidak-menjadi-muslim.html" title="Menyesal Tidak menjadi Muslim">Menyesal Tidak menjadi Muslim</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-daud-as/nabi-daud-menjadi-penasehat-raja.html" title="Nabi Daud Menjadi Penasehat Raja">Nabi Daud Menjadi Penasehat Raja</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/penemuan-kapal-nabi-nuh-as.html" title="Penemuan Kapal Nabi Nuh AS">Penemuan Kapal Nabi Nuh AS</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/sa%e2%80%99adz-bin-mu%e2%80%99adz.html" title="Sa’adz bin Mu’adz">Sa’adz bin Mu’adz</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tokoh-islam/al-biruni-bagian-5.html" title="Al Biruni (Bagian 5)">Al Biruni (Bagian 5)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/tanda-kiamat-telah-terprediksi-kembali.html" title="Tanda Kiamat Telah Terprediksi Kembali">Tanda Kiamat Telah Terprediksi Kembali</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-syuaib-as/nabi-syuaib-%d8%b4%d8%b9%d9%8a%d8%a8.html" title="Nabi Syu&#8217;aib (????)">Nabi Syu&#8217;aib (????)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/kebohongan-publik-sepanjang-sejarah.html" title="Kebohongan Publik Sepanjang Sejarah">Kebohongan Publik Sepanjang Sejarah</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/rahasia-ubun-ubun-dalam-alquran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Akhir Dunia</title>
		<link>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/keajaiban-akhir-dunia.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/keajaiban-akhir-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 01:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan / Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.</p>
<p>Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. <span id="more-1116"></span>Di antaranya :</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/anggodo.jpg" alt="" width="372" height="282" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/minah.jpg" alt="" width="372" height="262" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/mirza.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/demoxx.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/newspaper.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/al-quran.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/ruangsidang.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/tegakkansyariah.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/rabbi.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/pic/muslimman.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/biarawati.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/muslimah.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/mom_child.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/mom_child_muslim.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/collage.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/collage_muslim.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/sekolah.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/sekolah_muslim.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/idf_vs_girl.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/idf_vs_boy.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/american_hero.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/palestinian_hero.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/israel_kids.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.</p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><img class="alignnone" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dunia/palestinian_kids.jpg" alt="" width="372" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.</p>
<p>Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? <em>Allahul musta’an</em>….(sumber : eramuslim.com :fj)<br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/saad-bin-abi-waqqas.html" title="Saad bin Abi Waqqas">Saad bin Abi Waqqas</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/puasa/siapkan-menyambut-lailatul-qodr.html" title="Siapkan Menyambut Lailatul Qodr">Siapkan Menyambut Lailatul Qodr</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-muhammad-saw/bab-6-cerita-gharaniq.html" title="Bab 6. Cerita Gharaniq">Bab 6. Cerita Gharaniq</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-muhammad-saw/bab-14-antara-perang-badr-dan-uhud.html" title="Bab 14. Antara Perang Badr dan Uhud">Bab 14. Antara Perang Badr dan Uhud</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-isa-as/nabi-isa-as-%d8%b9%d9%8a%d8%b3%d9%89.html" title="Nabi Isa AS (????)">Nabi Isa AS (????)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-muhammad-saw/bab-19-dari-dua-peperangan-ke-hudaibiya.html" title="Bab 19. Dari Dua Peperangan ke Hudaibiya">Bab 19. Dari Dua Peperangan ke Hudaibiya</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/berfikirlah-sebelum-ramadhan.html" title="Berfikirlah Sebelum Ramadhan">Berfikirlah Sebelum Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/puasa/kepompong-ramadhan.html" title="Kepompong Ramadhan">Kepompong Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/kebobrokan-budaya-barat.html" title="Kebobrokan Budaya Barat">Kebobrokan Budaya Barat</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-nuh-as/nabi-nuh-as-%d9%86%d9%88%d8%ad.html" title="Nabi Nuh AS (???)">Nabi Nuh AS (???)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/keajaiban-akhir-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Penyesalan</title>
		<link>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-penyesalan.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-penyesalan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 01:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perisai Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[menyesal]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1112</guid>
		<description><![CDATA[






Artinya: &#8220;Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.&#8221; (QS. Al-A&#8217;râf 23).
Penjelasan :
Doa ini merupakan doanya Nabi Adam a.s. dan isterinya Hawa, ketika keduanya terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt., sehingga mereka berdua dikeluarkan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1113" src="http://sunatullah.com/wp-content/uploads/2009/11/doa-penyesalan.gif" alt="" width="400" height="38" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Artinya:<em> &#8220;Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.&#8221;</em> (QS. Al-A&#8217;râf 23).</p>
<p><span id="more-1112"></span>Penjelasan :<br />
Doa ini merupakan doanya Nabi Adam a.s. dan isterinya Hawa, ketika keduanya terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt., sehingga mereka berdua dikeluarkan dari surga. Karena penyesalannya atas melanggar larangan Allah Swt., maka mereka berdoa agar diampuni dosanya. Lebih detailnya tentang Adam dan Hawa dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-A&#8217;râf ayat 11-25.<br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/kiat-sukses-beribadah-puasa-tahun-ini.html" title="Kiat Sukses Beribadah Puasa Tahun ini">Kiat Sukses Beribadah Puasa Tahun ini</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/jagalah-dirimu-dari-fitnah-dunia.html" title="Jagalah Dirimu Dari Fitnah Dunia">Jagalah Dirimu Dari Fitnah Dunia</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-musa-as/nabi-musa-as-dan-nabi-khidir-as.html" title="Nabi Musa AS dan Nabi Khidir As">Nabi Musa AS dan Nabi Khidir As</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/mengapa-israel-melakukan-agresi-pada-desember.html" title="Mengapa Israel Melakukan Agresi Pada Desember?">Mengapa Israel Melakukan Agresi Pada Desember?</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-ismail-as/nabi-ismail-dan-nabi-ibrahim-membangun-kabah.html" title="Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim membangun Ka&#8217;bah">Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim membangun Ka&#8217;bah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tokoh-islam/abdul-qadir-al-jailani.html" title="Abdul Qadir Al-Jailani">Abdul Qadir Al-Jailani</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/komik-penghinaan-nabi-muhammad-saw-page-review.html" title="Komik Penghinaan Nabi Muhammad SAW (Page Review)">Komik Penghinaan Nabi Muhammad SAW (Page Review)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/wali-songo/sunan-ampel.html" title="Sunan Ampel">Sunan Ampel</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/kiamat/meninggalkan-suatu-perbuatan-ikhlas-karena-allah.html" title="Meninggalkan Suatu Perbuatan Ikhlas Karena Allah">Meninggalkan Suatu Perbuatan Ikhlas Karena Allah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-ayub-as/nabi-ayub-lulus-ujian-allah-swt.html" title="Nabi Ayub Lulus Ujian Allah SWT">Nabi Ayub Lulus Ujian Allah SWT</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-penyesalan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Agar Dijauhkan dari Neraka</title>
		<link>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-agar-dijauhkan-dari-neraka.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-agar-dijauhkan-dari-neraka.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 01:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perisai Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[tolak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[






Artinya: &#8220;Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang zhalim.&#8221; (Al-A&#8217;râf 47).
Penjelasan:
Doa dia atas dibaca oleh Ahl al-A&#8217;râf, yakni orang-orang yang amal kebajikan dan kejahatannya seimbang. Ketika mereka melihat ahli surga dengan berbagai kenikmatanya, mereka berkata: &#8220;Kesejahteraan semoga tercurah buat kalian, wahai ahli surga.&#8221; Dan ketika mereka melihat ahli neraka dengan berbagai siksanya, mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1109" src="http://sunatullah.com/wp-content/uploads/2009/11/doa-tolak-neraka.gif" alt="" width="400" height="36" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Artinya: <em>&#8220;Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang zhalim.&#8221;</em> (Al-A&#8217;râf 47).</p>
<p><span id="more-1108"></span>Penjelasan:<br />
Doa dia atas dibaca oleh Ahl al-A&#8217;râf, yakni orang-orang yang amal kebajikan dan kejahatannya seimbang. Ketika mereka melihat ahli surga dengan berbagai kenikmatanya, mereka berkata: &#8220;Kesejahteraan semoga tercurah buat kalian, wahai ahli surga.&#8221; Dan ketika mereka melihat ahli neraka dengan berbagai siksanya, mereka berkata: &#8220;Kami berlindung kepada Allah dari apa yang sedang kalian alami, Wahai ahli neraka.&#8221; Lalu mereka berdoa dengan doa diatas, yaitu memohon agar tidak disatukan dengan orang-orang zhalim.<br />
<h3>Lihat juga artikel yang berkaitan</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/bersiap-menyambut-ramadhan.html" title="Bersiap Menyambut Ramadhan">Bersiap Menyambut Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/memaknai-kembali-sang-khalik-2.html" title="Memaknai Kembali Sang Khalik (2)">Memaknai Kembali Sang Khalik (2)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/kiamat/hari-kiamat.html" title="Hari Kiamat">Hari Kiamat</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/rahasia-kisah/gunung-pun-menangis.html" title="Gunung Pun Menangis">Gunung Pun Menangis</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/memikul-beban-yang-lemah.html" title="Memikul Beban Yang Lemah">Memikul Beban Yang Lemah</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-agar-dijauhkan-dari-neraka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Mohon Keadilan</title>
		<link>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-mohon-keadilan.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-mohon-keadilan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 01:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perisai Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa adil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1104</guid>
		<description><![CDATA[






Artinya: &#8220;Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.&#8221; (QS. Al-A&#8217;râf 89).
Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Syu&#8217;aib a.s. ketika beliau diusir oleh kaumnya lantaran inkar terhadap agama yang dibawanya dan menolak ajakan kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama merekaketika itulah Nabi Syu&#8217;aib [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1105" src="http://sunatullah.com/wp-content/uploads/2009/11/doa-mohon-keadilan.gif" alt="" width="300" height="34" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Artinya: <em>&#8220;Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.&#8221; </em>(QS. Al-A&#8217;râf 89).</p>
<p><span id="more-1104"></span>Penjelasan:<br />
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Syu&#8217;aib a.s. ketika beliau diusir oleh kaumnya lantaran inkar terhadap agama yang dibawanya dan menolak ajakan kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama merekaketika itulah Nabi Syu&#8217;aib a.s. memohon kepada Allah agar diberi keadilan antara agama Allah dan agama kaumnya. Lebih detailnya kisah Nabi Syu&#8217;aib ini bisa dilihat dalam Surah Al-A&#8217;râf ayat 89-91, dan tafsir Kurtubi Juz, VII, hal.251.<br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/nabi-muhammad-saw-penemu-konsep-manajemen-bisnis-modern.html" title="Nabi Muhammad SAW : Penemu Konsep Manajemen Bisnis Modern">Nabi Muhammad SAW : Penemu Konsep Manajemen Bisnis Modern</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/memikul-beban-yang-lemah.html" title="Memikul Beban Yang Lemah">Memikul Beban Yang Lemah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-isa-as/nabi-isa-beranjak-dewasa.html" title="Nabi Isa Beranjak Dewasa">Nabi Isa Beranjak Dewasa</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-muhammad-saw/bab-24-pembebasan-mekah.html" title="Bab 24. Pembebasan Mekah">Bab 24. Pembebasan Mekah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/pb-pii-mengutuk-pembuat-komik-nabi-muhammad.html" title="PB-PII Mengutuk Pembuat Komik Nabi Muhammad">PB-PII Mengutuk Pembuat Komik Nabi Muhammad</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/kiamat/kabut-yang-keluar-sebelum-hari-kiamat.html" title="Kabut Yang Keluar Sebelum Hari Kiamat">Kabut Yang Keluar Sebelum Hari Kiamat</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tokoh-islam/al-biruni-bagian-4.html" title="Al Biruni (Bagian 4)">Al Biruni (Bagian 4)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-sulaiman-as/nabi-sulaiman-menjadi-raja.html" title="Nabi Sulaiman Menjadi Raja">Nabi Sulaiman Menjadi Raja</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/zakat/zakat-untuk-kegiatan-dakwah.html" title="Zakat Untuk Kegiatan Dakwah">Zakat Untuk Kegiatan Dakwah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/perpustakaan-dan-kebangkitan-islam.html" title="Perpustakaan dan Kebangkitan Islam">Perpustakaan dan Kebangkitan Islam</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-mohon-keadilan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shalat Jumat di Idul Fitri atau Idul Adha</title>
		<link>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/shalat-jumat-di-idul-fitri-atau-idul-adha.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/shalat-jumat-di-idul-fitri-atau-idul-adha.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 02:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan / Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[Karena mendekati hari raya Idul Adha, maka akan saya postingkan mengenai pelaksanaan shalat jum&#8217;at yang bersamaan dengan hari raya idul adha :
Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Nasai dari Zaid bin Arqom menyaksikan bersama Rasulullah saw bersatunya dua hari raya. Maka beliau saw melaksanakan shalat id diawal siang kemudian memberikan rukhshah (keringanan) terhadap shalat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena mendekati hari raya Idul Adha, maka akan saya postingkan mengenai pelaksanaan shalat jum&#8217;at yang bersamaan dengan hari raya idul adha :</p>
<p>Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Nasai dari Zaid bin Arqom menyaksikan bersama Rasulullah saw bersatunya dua hari raya. Maka beliau saw melaksanakan shalat id diawal siang kemudian memberikan rukhshah (keringanan) terhadap shalat jum’at dan bersabda,”Barangsiapa yang ingin menggabungkan maka gabungkanlah.” Didalam sanadnya ada yang tidak dikenal maka hadits ini lemah.</p>
<p>Abu Daud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw bersabda,”Sungguh telah bersatu dua hari raya pada hari kalian. Maka barangsiapa yang ingin menjadikannya pengganti (shalat) jum’at. Sesungguhnya kami menggabungkannya.” Terdapat catatan didalam sanadnya. Sementara Ahmad bin Hambal membenarkan bahwa hadits ini mursal, yaitu tidak terdapat sahabat didalamnya.</p>
<p>Nasai dan Abu Daud meriwayatkan bahwa pernah terjadi dua hari raya bersatu pada masa Ibnu az Zubeir lalu dia mengakhirkan keluar (untuk shalat, pen) hingga terik meninggi lalu dia keluar dan berkhutbah kemudian melaknakan shalat. Dia dan orang-orang tidak melaksanakan shalat (id) pada hari jum’at..<span id="more-1101"></span></p>
<p>Catatan bahwa shalat yang dilakukan itu adalah shalat jum’at, hal itu ditunjukkan dengan mengedepankan khutbah sebelum shalat.</p>
<p>Didalam riwayat Abu Daud bahwa pada masa Ibnu az Zubeir telah terjadi hari raya bertepatan dengan hari jum’at lalu dia menggabungkan keduanya dan melaksanakan shalat keduanya dengan dua rakaat lebih awal dan tidak tidak melebihkan dari keduanya hingga dia melaksanakan shalat ashar..</p>
<p>Terhadap berbagai nash tertentu tentang bertepatannya hari jum’at dengan hari raya maka para ulama Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa suatu shalat tidaklah bisa menggantikan shalat yang lainnya dan sesungguhnya setiap dari shalat itu tetap dituntut untuk dilakukan. Suatu shalat tidaklah bisa menggantikan suatu shalat lainnya bahkan tidak diperbolehkan menggabungkan (jama’) diantara keduanya. Sesungguhnya jama’ adalah keringanan khusus terhadap shalat zhuhur dan ashar atau maghrib dan isya.</p>
<p>Sedangkan para ulama Hambali mengatakan bahwa barangsiapa yang melaksanakan shalat id maka tidak lagi ada kewajiban atasnya shalat jum’at kecuali terhadap seorang imam maka kewajiban itu tetap ada padanya jika terdapat jumlah orang yang cukup untuk sahnya suatu shalat jum’at. Adapun jika tidak terdapat jumlah yang memadai maka tidak diwajibkan untuk shalat jum’at…</p>
<p>Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa sesungguhnya shalat id sudah mencukupinya dari shalat jum’at bagi penduduk suatu kampung yang tidak mendapatkan jumlah orang yang memadai untuk sahnya suatu shalat jum’at dan mereka yang mendengar suara adzan dari negeri lain yang disana dilaksanakan shalat jum’at maka hendaklah berangkat untuk shalat jum’at. Dalil mereka adalah perkataan Utsman didalam khutbahnya,”Wahai manusia sesungguhnya hari kalian ini telah bersatu dua hari raya (jum’at dan id, pen). Maka barangsiapa dari penduduk al ‘Aliyah—Nawawi mengatakan : ia adalah daerah dekat Madinah dari sebelah timur—yang ingin shalat jum’at bersama kami maka shalatlah dan barangsiapa yang ingin beranjak (tidak shalat jum’at) maka lakukanlah.</p>
<p>Didalam Fatawa Ibnu Taimiyah disebutkan bahwa terdapat tiga pendapat para fuqaha tentang bertepatannya hari jum’at dengan hari raya ini :</p>
<p>1. Bahwa shalat jum’at diwajibkan bagi orang yang telah melaksanakan shalat id maupun yang tidak melaksanakan shalat id, sebagaimana pendapat Malik dan yang lainnya.</p>
<p>2. Bahwa shalat jum’at tidak diwajibkan bagi orang-orang di luat kota, sebagaimana hal itu diriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan dan pendapat ini diikuti oleh Syafi’i,</p>
<p>3. Bahwa siapa yang telah melaksanakan shalat id maka tidak ada kewajiban atasnya shalat jum’at akan tetapi bagi seorang imam hendaklah melaksanakan shalat jum’at bersama orang-orang yang menginginkannya, sebagaimana terdapat didalam kitab-kitab sunnah dari Nabi saw, ini adalah pendapat Ahmad.</p>
<p>Kemudian dia (Ibnu Taimiyah) mengatakan : pendapat ini dinukil dari Nabi saw, para khalifah dan sahabatnya. Ini juga perkataan para imam seperti Ahmad dan lainnya yang telah sampai sunnah-sunnah dan atsar kepada mereka sedangkan para ulama yang yang memiliki pendapat berbeda adalah mereka yang tidak sampai sunnah-sunnah dan atsar itu kepada mereka.</p>
<p>Jadi permasalahan ini adalah permasalahan yang didalamnya terdapat perbedaan pendapat para ulama akan tetapi pendapat yang menyatakan cukup dengan shalat id saja atas shalat jum’at adalah lebih kuat tanpa membedakan penduduk di kampung atau di kota, seorang imam atau bukan imam karena tujuan dari kedua shalat itu telah tercapai… Berkumpulnya orang-orang untuk melaksanakan shalat berjamaah serta mendengarkan ceramah jadi shalat apa pun dari kedua shalat itu yang dilakukannya maka itu sudah cukup. “Lihat : Nailul Author, asy Syaukani juz III hal 299, al Fatawa al Islamiyah jilid I hal 71, Fatawa Ibnu Taimiyah jilid XXIV hal 212” (Fatawa al Azhar juz VIII hal 479). Sumber : <a href="http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/assalamualaikum-ustadz.htm" target="_blank">eramuslim.com</a><br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-isa-as/kelahiran-nabi-isa.html" title="Kelahiran Nabi Isa">Kelahiran Nabi Isa</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/doa-memohon-perlindungan-allah-dari-empat-keburukan.html" title="Doa Memohon Perlindungan Allah Dari Empat Keburukan">Doa Memohon Perlindungan Allah Dari Empat Keburukan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/warisan-astronom-muslim-abad-pertengahan.html" title="Warisan Astronom Muslim Abad Pertengahan">Warisan Astronom Muslim Abad Pertengahan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/hari-ke-15-holocoust-di-gaza.html" title="Hari Ke 15 &#8211; Holocoust di Gaza">Hari Ke 15 &#8211; Holocoust di Gaza</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sang-khalifah/kota-madinah-gempar.html" title="Kota Madinah Gempar">Kota Madinah Gempar</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/tidak-ada-hari-valentine.html" title="Tidak Ada Hari Valentine">Tidak Ada Hari Valentine</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/ja%e2%80%99far-bin-abi-thalib.html" title="Ja’far bin Abi Thalib">Ja’far bin Abi Thalib</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/musab-bin-umair.html" title="Mus&#8217;ab bin Umair">Mus&#8217;ab bin Umair</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/zakat/zakat-penghasilan.html" title="Zakat Penghasilan">Zakat Penghasilan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/puasa/lailatul-qadar.html" title="Lailatul Qadar">Lailatul Qadar</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/tulisan-artikel/shalat-jumat-di-idul-fitri-atau-idul-adha.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Sapu Jagat</title>
		<link>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-sapu-jagat.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-sapu-jagat.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perisai Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[jagat]]></category>
		<category><![CDATA[sapu]]></category>
		<category><![CDATA[sapu jagat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[






Artinya: &#8220;Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.&#8221; (QS. Al-Baqarah: 201).


Penjelasan
Dalarn Al-Quran dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang muslim yang tulus setelah selesai melaksanakan haji.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan pula bahwa doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari segala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1096" src="http://sunatullah.com/wp-content/uploads/2009/11/doa-sapu-jagat.gif" alt="" width="350" height="31" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Artinya: &#8220;Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.&#8221; (QS. Al-Baqarah: 201).</em></p>
<p><em><span id="more-1095"></span><br />
</em></p>
<p>Penjelasan<br />
Dalarn Al-Quran dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang muslim yang tulus setelah selesai melaksanakan haji.<br />
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan pula bahwa doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari segala kejelekan. Oleh karena baik sekali doa ini dibaca pada setiap kesempatan.<br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/jihad-merupakan-jalan-menyambut-babak-kelima.html" title="Jihad Merupakan Jalan Menyambut Babak Kelima">Jihad Merupakan Jalan Menyambut Babak Kelima</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/puasa/nabi-muhammad-pada-bulan-ramadhan.html" title="Nabi Muhammad pada Bulan Ramadhan">Nabi Muhammad pada Bulan Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-yusuf-as/nabi-yusuf-bertemu-dengan-saudaranya.html" title="Nabi Yusuf Bertemu dengan Saudaranya">Nabi Yusuf Bertemu dengan Saudaranya</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/ciri-hamba-pilihan.html" title="Ciri Hamba Pilihan">Ciri Hamba Pilihan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/berfikirlah-sebelum-ramadhan.html" title="Berfikirlah Sebelum Ramadhan">Berfikirlah Sebelum Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/wahsyi-bin-harb.html" title="Wahsyi bin Harb">Wahsyi bin Harb</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/memerdekakan-kembali-indonesia-ini.html" title="Memerdekakan Kembali Indonesia Ini">Memerdekakan Kembali Indonesia Ini</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/musab-bin-umair.html" title="Mus&#8217;ab bin Umair">Mus&#8217;ab bin Umair</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/kriteria-kedua-masyarakat-jahiliyah.html" title="Kriteria Kedua Masyarakat Jahiliyah">Kriteria Kedua Masyarakat Jahiliyah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/zakat/zakat-penghasilan.html" title="Zakat Penghasilan">Zakat Penghasilan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-sapu-jagat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Mohon Keselamatan</title>
		<link>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-mohon-keselamatan.html</link>
		<comments>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-mohon-keselamatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 10:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perisai Do'a]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[mohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunatullah.com/?p=1084</guid>
		<description><![CDATA[






Artinya: &#8220;Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.&#8221; (Qs. Yunus: 85-86).

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir&#8217;aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1092" src="http://sunatullah.com/wp-content/uploads/2009/11/doa-mohon-keselamatan1.jpg" alt="" width="320" height="27" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Artinya: &#8220;Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.&#8221; (Qs. Yunus: 85-86).</p>
<p><span id="more-1084"></span></p>
<p>Penjelasan:<br />
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir&#8217;aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir&#8217;aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yunus ayat 83-86<br />
<h3>Lihat artikel lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/bersiap-menyambut-ramadhan.html" title="Bersiap Menyambut Ramadhan">Bersiap Menyambut Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-adam-as/nabi-adam-as.html" title="Nabi Adam AS">Nabi Adam AS</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-sapu-jagat.html" title="Do&#8217;a Sapu Jagat">Do&#8217;a Sapu Jagat</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/tingkatkan-kesadaran-anda-2.html" title="Tingkatkan Kesadaran Anda (2)">Tingkatkan Kesadaran Anda (2)</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-yusuf-as/nabi-yusuf-bertemu-dengan-ayahnya.html" title="Nabi Yusuf Bertemu dengan Ayahnya">Nabi Yusuf Bertemu dengan Ayahnya</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sholat/apakah-sholat-witir-wajib.html" title="Apakah Sholat Witir Wajib?">Apakah Sholat Witir Wajib?</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-muhammad-saw/bab-5-dari-masa-kerasulan-sampai-islamnya-umar.html" title="Bab 5. Dari Masa Kerasulan Sampai Islamnya Umar">Bab 5. Dari Masa Kerasulan Sampai Islamnya Umar</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/sahabat-nabi/zaid-bin-haritsah.html" title="Zaid bin Haritsah">Zaid bin Haritsah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/para-nabi/nabi-muhammad-saw/bab-24-pembebasan-mekah.html" title="Bab 24. Pembebasan Mekah">Bab 24. Pembebasan Mekah</a></li>
<li><a href="http://sunatullah.com/tulisan-artikel/para-penoreh-sejarah-di-palestina-bw.html" title="Para Penoreh Sejarah di Palestina (B&#038;W)">Para Penoreh Sejarah di Palestina (B&#038;W)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunatullah.com/perisai-doa/doa-mohon-keselamatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
